Sabtu, 10 Maret 2012

Cara Mengendalikan Emosi


CARA MENGENDALIKAN EMOSI


A. Pengertian Emosi
Amarah adalah salah satu emosi yang kita miliki dan merupakan respon yang sangat manusiawi. Namun hal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk tetap memelihara kebiasaan marah yang tidak sehat. Ada beberapa orang yang memiliki masalah untuk mengendalikan emosi ini, dan seringkali mengorbankan orang lain yang tidak seharusnya menerima amarah mereka.
Kita tidak dapat menyangkal perasaan kita ketika merasa marah karena suatu hal, namun kita bisa mengendalikan dan mengontrol amarah kita sehingga kita tidak menyesal di belakang hari. Karena dalam keadaan marah, orang dapat mengucapkan atau melakukan hal-hal yang sangat berlebihan dan mungkin tidak masuk akal, tidak jarang juga dapat berakibat fatal.
Kita cenderung lebih menyadari emosi bila upaya kita dalam mencapai tujuan dihambat (marah, sedih, frustrasi, kecewa, dll). Atau sebaliknya bila tujuan kita tercapai (senang, gembira). Bila ditelaah lebih lanjut emosi akan menjadi semakin jelas peranannya bila kita dapat mengingat beberapa hal berikut:
  1. Hampir seluruh suka dan duka dalam hidup ini berhubungan dengan emosi
  2. Seringkali pertentangan antar pribadi dihasilkan karena penonjolan emosi (sombong, marah, cemburu, frustrasi dll).
  3. Pertemuan antar pribadi seringkali disebabkan emosi seperti belaskasih, sayang, perasaan tertarik dll.
  1. Seringkali perilaku manusia dihasilkan oleh kekuatan emosional (meskipun beberapa pandangan menyatakan banyak perilaku berdasarkan alasan logis dan objektif).
Mengingat hal-hal tersebut maka sangatlah penting bagi individu untuk merespon emosi secara tepat. Dengan kata lain, cara seseorang mengatasi masalah secara emosional akan dapat memperkaya wawasan kehidupannya, namun dapat juga menyusahkan hidupnya sendiri.
B. Tipe Gaya Marah
Secara umum ada sua tipe gaya marah yaitu yang dipendam dan diekspresikan. Memendam marah itu tidak sehat begitu juga kalau mengekspresikan terlalu berlebihan. Marah yang dilampiaskan memang dapat membuat individu merasa lebih baik namun untuk semetara saja. Sebaliknya semakin banyak kekesalan/uneg-uneg yang dipendam, semakin besar kemungkinan meledaknya amarah setiap saat.
Kemarahan yang diekspresikan secara kaku (selalu dipendam saja atau diekspresikan secara berlebihan) ternyata bisa membahayakan kesehatan. Orang-orang yangs sering melampiaskan kemarahannya secara terbuka ataupun memendamnya memiliki resiko yang sama terhadap kesehatan jantungnya. Sehingga kesimpulannya gay marah yang terbaik adalah kombinasi dari kedua gaya tersebut.
C. Ciri-ciri marah
Agar kita dapat mengetahui kondisi di saat marah, adapun ciri-ciri yang menampakkan perilaku marah adalah sebagai berikut:
  1. Kata permusuhan, kekerasan, ketidaksukaan.
  2. Ungkapan “aku benar-benar gila”. Aku sungguh benci, aku bisa membunuhnya.
  3. Komunikasi tubuh: jari tangan mengepal, wajah tegang, mata berlikat kekerasan fisik (misalnya mndorong, menolak, memukul).
  4. Perilaku yang berkaitan dengan kemarahan: perilaku akan berkelahi,melarikan diri. Kerahan dapat diekspresikan secara lisan dengan penolakan, ejekan, penghinaan, dan bentuk lain dari yang negatif. Kemarahan juga dapat diekspresikan dengan suara, dengan berteriak, tepuk tangan dan perilaku negatif lainnya.
D. Cara Mengatasi Emosi
Emosi memang harus dapa dikontrol dengan baik. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat mengatasi emosi tersebut?. Dibawah ini terdapat 10 cara mengendalikan emosi, adalah sebagai berikut :
  1. Salah satu kunci penting untuk mengatasi amarah adalah dengan mengidentifikasikan atau mengenali akar masalah atau obyek penyebab kemarahan anda. Banyak orang yang mempunyai pergumulan dengan amarah yang kronis, bahkan tidak pernah benar-benar yakin tentang apa yang membuat mereka marah. Saat anda mengidentifikasi penyebab kemarahan anda, anda dapat mulai berurusan dengan hal tersebut.
  2. Salah satu tujuan dari kemarahan seseorang bisa jadi adalah untuk menarik perhatian orang lain kepada diri mereka sendiri. Mereka sering merasa bahwa perhatian negatif masih lebih baik daripada tidak ada perhatian sama sekali. Jika anda merasa tidak dicintai atau dibutuhkan, ini dapat menjadi akar penyebab kemarahan anda.
  3. Terimalah fakta bahwa sebagian besar hal-hal di dunia ini berada di luar kontrol anda. Bila anda mencoba mengontrol atau mengendalikan keluarga anda, teman-teman anda, atau situasi-situasi di sekitar anda secara berkelanjutan, jelas anda akan merasa frustasi.
  4. Akar amarah anda mungkin disebabkan karena kurangnya pengampunan. Jika anda tidak pernah memaafkan atau mengampuni orang yang pernah menyakiti anda, anda sudah terperangkap dalam jebakan tak terlihat yang pelan-pelan akan menghancurkan diri anda sendiri.
  5. Banyak orang yang dikuasai amarah ternyata membenci diri mereka sendiri. Kebencian terhadap diri sendiri inilah yang menjadi akar mengapa mereka cepat sekali bereaksi secara berlebihan terhadap maksud perkataan tertentu atau perbuatan tertentu atau situasi tertentu. Anda perlu mengenali diri anda sendiri, mungkin rasa benci itu berawal dari sikap atau perlakuan atau perkataan yang anda terima dimasa lalu, kemudian ambil keputusan untuk mengampuni dan menanamkan kebenaran dalam diri anda bahwa sudah selayaknya anda mencintai diri anda sendiri karena anda berharga dimataNya. Selain itu, mungkin anda perlu mempelajari beberapa kemampuan untuk mengontrol emosi anda dengan cara yang positif.
  6. Anda mungkin marah karena hal-hal yang pernah dilakukan keluarga atau teman-teman anda di masa lalu, bahkan mungkin berpuluh-puluh tahun yang lalu. Tidaklah mustahil, bahkan mutlak dilakukan, untuk mengatasi kemarahan ini dan terus berjalan dengan kehidupan anda, namun anda harus meluangkan waktu untuk mengidentifikasi akar masalah anda dan memilih untuk mengampuni mereka yang telah menyakiti anda.
  7. Dalam beberapa kasus, ada beberapa penyebab fisik yang logis untuk amarah. Jika anda menduga bahwa masalah anda berhubungan dengan ketidakseimbangan kimiawi dalam tubuh anda, akan lebih baik jika anda memeriksakan diri ke psikiater yang berkualifikasi.
  8. Dalam prinsip kebenaran, tidak ada seorangpun yang benar-benar “dapat membuat anda marah”, meskipun mereka memprovokasi anda untuk marah. Anda dapat mengendalikan dan mengontrol respon anda terhadap orang-orang dan berbagai situasi. Posisi kontrol itu ada di tangan anda, bukan di tangan mereka.
  9. Jika anda marah, sangatlah penting menghadapinya dan menyelesaikannya secepat mungkin.
  10. Jika anda atau anggota keluarga anda sedang bergumul dengan masalah amarah ini, maka kecenderungan yang sering terjadi adalah, masalah itu tidak pergi dengan sendirinya. Sangatlah penting untuk mengidentifikasikan penyebab kemarahan tersebut dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengatasinya.


















Bisa dibayangkan, alangkah kacaunya dunia ini jika emosi-emosi tidak teredam. Semua bertindak sesuka hati, dengan perasaan dan luapan emosional masing-masing. Berikut ini beberapa cara untuk melatih emosi kita. Ingat, dikuasai atau menguasai emosi adalah sebuah pilihan.

1. Belajarlah untuk mendengarkan. Pernahkah kita meluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain? Bukan sekadar mendengar, tapi menyimak dengan saksama. Mendengarkan yang tidak terdengar. Itu adalah cara yang efektif. Karena sewaktu kita mendengarkan orang lain, kita juga sedang belajar untuk menguasai dan menetralkan emosi.

Beberapa orang mungkin tidak cukup sabar untuk mendengarkan orang lain. Mereka lebih senang didengarkan daripada mendengarkan. Padahal dalam proses mendengarkan itulah, kita dapat melatih penguasaan diri. Demikian pula secara simultan seseorang yang emosional akan mengalami kelegaan luar biasa ketika isi hatinya didengarkan.

2. Kekuatan dalam penguasaan diri. Ada foto menarik yang sering digunakan sebagai ilustrasi sikap penguasaan diri. Seekor kucing tampak dengan santai menghirup genangan air di tengah pelataran. Sementara di sekelilingnya berbaris puluhan anjing herder polisi.

Demikian pula orang yang tidak memiliki ketenangan akan kerap mendapati dirinya melakukan kecerobohan dan kesalahan yang tidak perlu. Sebaliknya, dalam keadaan tenang kita dapat menganalisis situasi dengan akal sehat yang jernih. Dengan penguasaan diri kita dapat mengambil keputusan dan tindakan yang tepat.

3. Sikap lapang hati yang melegakan. Kelapangan hati dapat muncul ketika kesesakan melanda hidup kita. Menyimpan kerikil-kerikil tajam atau melepaskan semua beban berat yang mengganjal di hati adalah suatu pilihan. Dan pilihan kita akan menentukan apakah kita dapat berdamai dengan emosi atau tidak. Mengembangkan kekuatan penguasaan diri melalui sikap empati dan lapang hati akan memberikan kelegaan yang besar untuk berdamai dengan emosi.
            Tahukah jeng, dibandingkan pria, wanita lebih emosional. Terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan Caitlin Friedman dan Kimberly Yorio, penulis 'The Girl’s Guide to being a Boss' yang menyebutkan, atasan wanita umumnya banyak mendapat kritikan karena terlalu emosional sehingga terkesan kurang profesional. Padahal bisnis adalah bisnis, usaha yang dibangun melalui sebuah kebersamaan sejumlah individu yang memiliki gaya dan kepribadian berbeda-beda.

Dalam bukunya, kedua penulis itu mengungkapkan, hal-hal yang paling membuat karyawan wanita, terutama yang menduduki posisi atas, emosional adalah ketika memutuskan untuk merekrut, memecat, mengevaluasi, dan mempromosikan karyawan.

Ketika mengevaluasi misalnya, manajer yang baik seharusnya memperhatikan kelebihan dan kekurangan karyawan. Saat menemukan karyawan dengan kinerja di bawah rata-rata, ada dua pilihan yang bisa diambil. Memecat atau memberikan mereka kesempatan lagi.

Berbicara soal pemecatan bukanlah perkara enteng, karena memecat bisa berarti mengambil kelangsungan dan kesejahteraan kehidupan seseorang, bahkan mungkin kehidupan keluarganya. Emosi pasti akan ikut bermain di sini.

Agar pemimpin wanita mampu mengelola emosi di berbagai kondisi, berikut tips dari Bloggirl bagaimana Cara Mengendalikan Emosi:

1. Utamakan kepentingan lebih besar (perusahaan)
Perasaan selalu menghasilkan sesuatu yang subyektif karena kerap ditunggangi perasaan like and dislike, atau kepentingan pribadi. Padahal untuk membuat sebuah kebijakan yang profesional dan tepat, dibutuhkan penilaian dan pertimbangan secara proporsional, tidak memihak, dan lepas dari segala kepentingan pribadi, kecuali kepentingan perusahaan.



2. Gunakan pikiran logis
Pikiran menghasilkkan sesuatu yang objektif, karena orang yang menggunakan pikiran akan melihat persoalan dari semua sisi dan berdasarkan fakta serta realita, bukan berdasarkan apa yang dia rasakan. Karenanya, orang yang memutuskan dengan berdasarkan pemikiran, akan menghasilkan kebijakan dan tindakan yang jauh lebih baik dan tidak emosional.

3. Berlatih konsisten
Biang kekisruhan, salah satunya sikap tidak konsisten. Sikap ini bahkan dapat membuat sesuatu yang seharusnya lancar dan benar, menjadi sebaliknya. Itu sebabnya konsistensi dapat menjaga seorang pemimpin dari kemungkinan bertindak secara emosional.

Sebenarnya tips Cara Mengendalikan Emosi ini tidak hanya untuk pemimpin wanita saja tapi juga pria dan karyawan biasa. Belajar menenangkan diri dari emosi dan mengontrol emosi memang sangat susah tapi patut di coba, betulkan tidak jeng!!!


Tidak ada komentar: